Ulasan Stationary Bike Yesoul S3

Review Sepeda Stationary Yesoul S3

Latihan cardio masa pandemi di keluarga kecil saya adalah lari dihalaman belakang yang berukuran kecil (7 meteran) jadi bolak balik macam seterikaan (silahkan membayangkan hamster di kurungan).

Setelah berunding, kami sepakat untuk menambahkan stationary bike untuk latihan cardio, kebetulan juga hujan mulai rajin datangnya.

Setelah melakukan riset dan pertimbangan. Dengan melihat faktor teknologi, aplikasi, bahan dan harga. Pilihan kami jatuh ke Stationary bike dengan merek Yesoul seri S3.

Sebelum kita kupas Yesoul S3, kita tilik dulu apa manfaat olahraga menggunakan sepeda stationary.

Manfaat Sepeda Stasioner Stationary Bike

Nyaman dirumah, digunakan kapan saja, tidak beradu dengan asap dan lalu lintas atau dalam kasus saya yang tinggal di Bali, tidak dikejar anjing.

Stationary bike, melatih otot-otot tubuh bagian bawah; pantat gluteus, paha quadricep and hamstring, betis calf

Sebagai alternative latihan cardio yang low impact, stationary bike melatih jantung, paru-paru dan pernafasan kita. Melatih, menguatkan dan meningkatkan kapasitas pernafasan kita.

Secara keseluruhan, seperti manfaat olahraga lainnya, akan meningkatkan kualitas hidup kita. Dengan kualitas tidur yang baik, kualitas berfikir dan emosi yang baik, imun dan juga stamina.

Mantra bagus untuk hidup “never say NO to Cardio” sekecil apapun itu akan memberikan manfaat untuk tubuh kita. 

Sepeda Yesoul S3 bagus gga? 

Fitur Sepeda Stasioner Yesoul S3

Yesoul S3 adalah stationary bike upfront, posisi setang lebih tinggi dari pinggul.

Untuk roda menggunakan sistem magnetic dengan berat fly whell 7.5 kg dan pilihan resistant sampai 100 level. Magnetic resistance dan silent belt ini memberikan kayuhan yang tidak bersuara dan halus.

Bentuk kompak dengan ukuran (P)100cm x (L)51cm x (T)125cm dan berat 31 kg, cukup ringan dan mudah untuk dipindah pindah.

Pedal dengan bentuk cage, jadi tidak mudah nyelip

Tinggi handel dapat dirubah tetapi posisi tidak dapat atau fix, menggunakan st rt pegangan sepeda yang memberikan beberapa opsi pemakaian tergantung posisi tubuh (duduk atau berdiri) dan kecepatan.

Beban yang bisa ditanggung adalah maksimum 120kg

Sadel dapat dirubah kedapan dan kebelakang juga tinggi yang menyesuaikan tinggi badan sampai mulai dari 150cm – 188cm

Koneksi Bluetooth BT4.0 dengan power supply dari baterai CR2477 dan Compatible dengan smart phone, Pad dengan iOS ataupun Android.

Aplikasi untuk Yesoul S3

Aplikasi yang tersedia adalah Yesoul Sport, dengan program spin class mulai dari beginner sama advance dengan variasi durasi 20 menit sampai satu jam dan program easy ride (pilihan kota masih terbatas). Yesoul Sport juga mempunyai live class setiap harinya.

Koneksi Bluetooth juga kompatibel dengan aplikasi lain seperti Zwift, pastikan Bluetooth terbaru (official store), kinomap dan Peloton (subscription program).

Mengkoneksi Gawai dengan Yesoul S3

Setiap paket datang dengan petunjuk yang cukup jelas, pengkoneksian dengan men-scan barcode dilakukan saat mengayuh sepeda dan pilih option yang ada yaitu Yesoul. Pengalaman saya ini cukup mudah.

Kekurangan Sepeda Stasioner Yesoul S3

Tempat gawai memiliki lekukan penahan untuk menjaga gawai tidak terjatuh, lekukan ini menurut pendapat saya kurang lebar. Saat ini saya menggunakan ipad mini dan menempatkannya pada satu sisi penahan. Jadi sebaiknya selalu cek penempatan gawai, pastikan aman (tidak mudah jatuh).

(Konsul berlayar tersedia untuk Yesoul S3 Pro dan S3 plus)

Kesimpulan Sepeda Stasioner Yesoul S3

Tidak berisik, kokoh, kompak, mudah dipindahkan, teknologi bagus, aplikasi cukup memadai tidak memerlukan listrik dan untuk harga tidak terlalu mahal. Pilihan bagus untuk memulai indoor cycling dan ruang rumah yang terbatas.

Harga & Tempat Beli Sepeda Stasioner Yesoul S3

Klik link ini Official Shop Yesoul harga IDR 4.950.000 – free ongkir untuk daerah jabodetabek, serpong, bdg

Untuk teman teman di Bali bisa didapat di sini FujiShop dengan harga IDR 4.850.000,- free matras Yesoul dan delivery.

Baca Juga:

8 Hal Penting Yang Perlu Dilakukan Sebelum olahraga Sepeda Stasioner stationary bike

  1. Sesuaikan kursi

Saat pedal berada pada posisi paling bawah, kaki harus hampir lurus. Pinggul tidak bergerak (goyang kanan dan kiri) pada saat mengayuh. Lutut pada posisi stabil saat berada di puncak kayuhan pedal.

  1. Atur setang dengan benar (jika ada pilihan penyesuaian)

Untuk Yesoul tinggi setang dapat dirubah tapi posisi setang fix, tetapi memliki jangkauan yang bisa dipilih posisi 1, 2 atau 3.  Pastikan lengan terentang setinggi bahu pada posisi duduk.

  1. Sesuaikan dan cek tali pedal untuk keamanan dan kenyamanan
  2. Kenali panel layer

Dalam kasus Yesoul, adalah mengenal level resistant dan aplikasi.

Level resistant yang dimiliki sepeda, ditunjukkan dengan prosentasi. Sepeda lain mungkin ditunjukkan dengan angka.

  1. Perhatikan irama, cadence, RPM

Cadence adalah berapa banyak putaran per menit (rpm resolusi per minute) dalam satuan menit. Variasi irama memberikan latihan bertahap untuk jantung. Ini juga digunakan saat latihan dengan program SPIN.

  1. Kayuh dengan tekanan dari bola kaki dan melalui tumit untuk mendorong kebawah kemudian tarik ke atas dengan bagian atas kaki. Jangan mengayuh dengan jari kaki ini akan menyebabkan kram kaki dan betis.
  2. Perhatikan posisi dada, bawa dada ke atas, bahu ke belakang dan ke bawah, telinga sejajar dengan bahu, dan pusar ditarik ke dalam. Jangan membungkuk. Atau melengkungkan punggung ini akan menyebabkan nyeri punggung dan leher.
  3. Kalau kita harus bergoyang dari sisi ke sisi, tangan mengepal pada setang, muka menegang. Cek semua point point diatas.

Selalu rasakan timbal balik dari tubuh dan lakukan sesuai kemampuan. Lakukan bertahap dan perlahan. Penambahan resistant dan waktu bisa dilakukan setelah tubuh beradaptasi dan resistant tidak lagi dirasa berat. That’s it, semoga penjelasan dan ulasan ini membantu. Sehat dan Bugar Selalu.

Love, AI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *