Mitos Yoga

Sudah tidak diragunakan lagi bahwa yoga memberikan manfaat untuk tubuh jika dilakukan dengan baik. Tapi ternyata sama dengan latihan kekuatan, diluar sana masih banyak anggapan atau mitos tentang yoga.

Artikel ini  akan membahas beberapa diantaranya, dengan tujuan memberikan pemahaman dan menghindarkan kita dari kekecewaan (harapan palsu) bahkan cidera.

1. Yoga Membentuk Badan Menjadi Panjang dan Ramping

Bentuk badan ditentukan oleh banyak faktor, seperti: anatomi, genetic, diet (pola makan), umur, postur tubuh, exercise yang kita lakukan.

Anatomi seperti panjang tulang, kepadatan tulang, dan bentuk tulang menentukan tinggi pendeknya seseorang. Ketika melihat media sosial atau iklan kelas yoga, kita banyak disajikan dengan gambar guru yoga yang ramping, banyak alasan kenapa seseorang dipilih menjadi bintang iklan yoga, dan tidak menutup kemungkinan salah satunya adalah nilai komersial. Ini sejalan dengan ide marketing bahwa konsumer akan tertarik dengan instruktur yang memiliki badan seperti yang mereka inginkan.

Yoga sendiri bermanfaat untuk fisik, membantu menguatkan otot sampai pada batasan tertentu (karena hanya menggunakan berat tubuh) dan melenturkan tubuh. Yoga juga bisa mengingatkan seseorang pentingnya memelihara postur yang benar, sehingga orang akan lebih sadar untuk misalnya tidak bungkuk, memeriksa posisi ketika duduk dan berdiri, yang membantu membuat tulang belakang kembali menegak dan bisa mempengaruhi tinggi seseorang.

2. Berlatihlah Terus Maka Kamu Bisa Practise and All is Coming

Ini memberikan pesan bahwa semua orang akan bisa melakukan pose apapun itu dalam yoga jika rajin berlatih.

Tapi faktanya adalah tidak semua pose atau gerakan bisa dilakukan dan membentuk bentuk yang sama, karena setiap kita terbangun dengan kontruksi tulang yang berbeda, contoh nya; chair pose, panjang femur-tulang paha dibandingkan spine- tulang belakang, akan berbeda setiap orang dan ini menghasilkan posisi chair pose yang berbeda.

Bentuk shape bukan lah cetakan tepat untuk melakukan suatu pose. Anatomi dan batas kemampuan seseorang adalah cetakan yang bisa kita pakai.

Modifikasi suatu pose atau bentuk pose yang berbeda bukan berarti kamu tidak baik bahkan tidak mampu, tapi kalau sudah urusan tulang, kita tidak bisa melakukan apa apa.

Yang tidak diinginkan disini adalah timbulnya perasaan “saya tidak rajin”, “saya kurang berlatih”, yang terkadang dijadikan campuk  pelabelan ke-layak-an seseorang dan kualitas hidupnya sebagai manusia. 

3. Yoga Membentuk Tubuh, Mengurangi Berat Badan

Workout : melakukan aktifitas fisik yang melatih dan menguji kekuatan otot dan jantung.

Olah raga menyumbang sangat kecil dalam porsi pengurangan atau menaikkan berat badan, porsi yang besar adalah makanan, pola makan kita.

Pembentukan tubuh, tidak ada spot reducion atau pengurangan lemak pada bagian tertentu, karena pengurangan lemak dilakukan tubuh secara keseluruhan. Walapun tiap tiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda, misal nya tambahan berat badan saya biasa nampak pertama kali di bagian pipi dan pantat, ketika saya mengurangi makan, bagian ini juga yang akan terlihat kecil terlebih dahulu.

Ketika terjadi pengurangan kalori, ini menghasilkan pengurangan berat badan secara keseluruhan termasuk didalamnya massa lemak. Ketika masa lemak berkurang maka otot kita akan lebih terlihat.

Massa otot dapat bertambah dengan progresive overload. Yoga, melibatkan tubuh kita yang artinya menggunakan berat badan dan gravitasi, ini berarti perkembangan otot bisa dirasakan dan terlihat, khususnya pada pemula tetapi ketika otot tersebut sudah beradaptasi dengan berat tubuh maka pertumbuhannya akan melambat.

4. Yoga Bagus untuk Fleksibilitas

Fleksibilitas membuat kita bergerak lebih baik. Tetapi, fleksibilti yang berlebihan akan menimbulkan cidera atau kondisi dikemudian hari apabila tidak diseimbangkan dengan latihan kekuatan tubuh.

Tubuh kita memerlukan daya tahan jantung yang baik, kekuatan, kestabilan, kecepatan, dan ruang gerak baik fleksibiliti dan mobiliti.

Yoga melatih ruang gerak kita secara pasif, fleksibiliti. Dimana kita menggunakan tubuh atau penunjang lain untuk melatih dan memperlebar ruang gerak tersebut. Seberapa besar seseorang bisa mencapai ruang gerak tertentu ini tergantung banyak faktor seperti struktur tulang, persendian, jaringan lunak, sistem saraf, umur, jenis kelamin dan faktor dari luar seperti temperature pakaian yang dipakai.

Spiritualitas tidak ada hubungannya dan tidak ditentukan dari kemampuan seseorang menempatkan kaki dibelakang kepala atau mencium lutut.

Fleksibilitas yang mendukung aktifitas sehari hari, ini bisa dijadikan acuan ketika kita mempelajari suatu pose dalam yoga.

5. Yoga Olah Raga Paling Aman

Semua aktifitas bisa menimbulkan cidera. Kita bahkan bisa cidera tanpa melakukan apapun seperti duduk dalam waktu yang lama.

Pergeseran lempengan tulang belakang herniated disc, saraf terjepit, dislocated shoulder, adalah beberapa contoh cidera yang bisa timbul karena yoga. Cidera bisa muncul dari gerakan yang berulang ulang mengakibatkan stress pada bagian tersebut.

Dalam yoga kita mengenal hand on adjustment, suatu hal yang dilakukan pelatih yoga untuk membetulkan pose peserta, hal ini bisa menyebabkan terjadinya cidera juga karena dalam hal ini pelatih tidak merasakan timbal balik yang diberikan tubuh peserta. Verbal adjustment adalah pilihan lebih baik, kita juga tidak boleh lupa bahwa struktur setiap orang berbeda dan akan menghasilkan bentuk yang berbeda pula.

6. Yoga Mengeluarkan Racun

Hot yoga adalah salah satu tipe yoga yang dipercaya dapat membantu pengeluaran racun dalam tubuh. Saya pribadi pernah mendapati seorang peserta dalam kelas yang mengeluh dia tidak berkeringat, racun dalam tubuh tidak keluar dan kalori tidak terbakar, ini adalah sebuah kesalahan pahaman.

Keringat adalah cara tubuh kita beradaptasi dengan suhu, mendinginkan tubuh. Keringat terdiri dari; 99% air dan sedikit garam mineral, urine, zinc dan sedikit dari pembuangan protein.

Bagian tubuh kita yang bertugas mengeluarkan racun adalah hati, ginjal, getah bening juga paru-paru. Mereka bisa melakukan semua nya itu tanpa bantuan puasa, jus dan gerakan.

7. Twist pose, detok untuk tubuh.

Pose memutar twist pose baik untuk tulang belakang dalam dosis tertentu. Garis besarnya kalau tulang kita sudah terbiasa bergerak ke posisi tertentu, itu akan memudahkan kita dan mendukung aktifitas harian kita, artinya pilih juga gerakan yang memang mendukung aktifitas harian kita. Untuk detok, silahkan baca no.6

Demikianlah 7 Mitos tentang yoga, semoga dapat membantu menjawab beberapa pertanyaan yang ada.

Yoga adalah sebuah gaya hidup yang melibatkan fisik, pernafasan dan pikiran, yang dapat memberikan banyak manfaat, bukan hanya untuk tubuh fisik tapi juga pikiran.

Reference:
1. Kaminof, L, Matthews, A (2012) Yoga Anatomy (2nd ed) Champaign, IL: Human Kinetic
2. John Leyva, “How Do Muscle Grow? The Science of Muscle Growth,” http://www.builtlean.com/2013/09/17/muscle-grow
3. Broad,W.J. (2012, January 5) How Yoga Can Wreck Your Body. The New York Times 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *