Apa Perimenopause dan Bagaimana Mengenal Perimenopause

Apa Perimenopause dan Bagaimana Mengenal Tanda Perimenopause

 

Mari bicara tentang perimenapause, fase kedua dalam hidup kita sebagai perempuan (fase pertama adalah bulan-bulan sebelum dan saat mentruasi pertama) dimana tubuh kita mengalami perubahan, melakukan hal aneh dan yang tidak kita duga. Fase yang membuat kita tidak yakin dengan apa yang akan kita alami.

Tapi perimenapause bisa juga menjadi moment asik dalam hidup, penuh dengan pengalaman dan hal-hal baru, new adventure.

Mari kita kenali apa, kapan, tanda-tanda dan bagaimana menghadapi perimenopause.

Perbedaan Premenopause dan Perimenopause

Premenopause adalah waktu antara menstruasi pertama dan waktu gejala perimenoause timbul. Sedangkan Perimenopause adalah fase transisi menuju menopause.

Apa itu Perimenopause

Perimenopause adalah periode transisi sebelum menopause, dimana tubuh kita mengalami perubahan hormonal. Perubahan ini memengaruhi dan menimbulkan gelaja tertentu dalam tubuh kita.

Berikut timeline perubahan hormonl yang terjadi selama permenopause:

  1. Penurunan hormone Estrogen

Estrogen adalah hormone utama yang meregulasi siklus mentruasi. Estrogen juga memiliki banyak fungsi dalam tubuh kita. Saat kita memasuku perimenopause, estrogen kita mengalami penurunan yang membuat menstruasi mulai tidak teratur, durasi mentruasi yang menurun, hot flashes (naiknya temperature tubuh tanpa sebab dari lingkungan luar), keringatan tengah malam, vagina yang mengering dan perubahan suasana hati.

  1. Hormon Progesterone yang mengalami fluktuasi.

Progesteron adalah juga hormon yang memiliki peran penting dalam meregulasikan siklus menstruasi dan menyiapkan uterus kita untuk kehamilan. Selama perimopause progestoren mengalami fluktuasi, membuat siklus menstruasi tidak teratur, pendarahan yang deras, perut yang berasa kembung atau penuh ‘bloating’, payudara yang berasa membengkak dan atau mengeras dan juga perubahan mood.

  1. Perubahan Follicel-Stimulation Hormone (FSH) level.

FSH adalah hormon pertumbuhan dan menstimulasi perkembangan ovarian follicle dimana telur bertumbuh. Saat perimonopause hormone FSL meningkat sebagai timbal balik dari penurunan Estrogen, ini mengakibatkan siklus menstuasi tidak teratur, hot flashes, keringat malam dan gejala lainnya.

  1. Perubahan Luteinizing Hormon (LH)

LH adalah hormon yang memicu ovulasi dan bertanggung jawab dalam memproduksi progesterone. Selama waktu perimonopause, LH level akan mengalami fluktuasi yang juga mendukung terjadinya hot flashes, keringat malam dan gejala lainnya.

  1. Androgen Level

Androgen adalah male hormon yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan. Selama perimopause androgen bisa meningkat yang menyebabkan jerawat dan juga rambut rontok.

Semua perubahan tersebut diatas terjadi bertahap selama beberapa tahun dan bisa memberikan dampak pada tubuh, emosi dan seluruhan kehidupan seorang perempuan.

Usia Perimenopause

Perimenopause bisa terjadi mulai akhir usia 30-an sampai awal usia 50-an. Menurut National Institute on Aging, perimenpause biasanya terjadi pada wanita berusia 40-an hinggal awal 50-an.

Berapa Lama Masa perimenopause

Durasi atau lama periode permenopause beragam, mulai dari beberapa bulan sampai beberapa tahun. Rata rata perimenopause terjadi selama 4 tahun, tetapi ada juga yang mengalami perimenopause hanya dalam beberapa bulan sampai 10 tahun.

Durasi perimenopause tergantung pada banyak faktor, termasuk faktor genetik, lifestyle dan kondisi kesehatan baik dari segi hormonal (hormonal imbalance) atau kesehatan secara keseuruhan.

Perimenopause Dini

Perimenopause dini adalah sebutan untuk perempuan yang mengalami perimenopause sebelum usia 40 tahun. Artinya jika kita mengalami gejala perimenopause di usia awal 30 tahunan sampai awal 40 an, ini bisa disebut perimenopause dini.

Apa yang menyebabkan perimenopause dini?

  1. Genetik

Sejarah kesehatan keluarga memiliki peranan yang mempengaruhi waktu terjadinya masa perimenopause. Jika nenek atau ibu kita mengalami perimenopause dini, besar kemungkinan kita juga akan mengalami hal yang sama.

  1. Kondisi Kesehatan Medis

Beberapa kondisi kesehatan medis seperti autoimmunine disorder, histerektomi (pengangkatan rahim), cancer bisa menyebabkan perimonopuse dini.

  1. Gaya Hidup (lifestyle)

Kebiasaaan merokok, alkohol, gizi yang buruk bisa menjadi menyumbang kondisi perimenopausa dini.

Tanda – Tanda Perimenopause

Apa saja yang menjadi tanda terjadinya perimenopause?

  1. Menstruasi yang tidak teratur

Durasi haid yang memendek, atau siklus menstruasi kita memanjang. Darah haid lebih deras atau lebih sedikit, atau tidak datang sama sekali. Itu semua bisa menjadi pertanda kita memasuki perimenopause.

  1. Hot Flashes dan Night Sweat

Temperature tubuh naik, kepanasan baik di area punggung atau seluruh tubuh yang terjadi tiba-tiba dan tanpa penyebab dari luar atau kondisi sakit. Yang diikuti dengan keringat dan kedinginan.

  1. Mood swing dan Brain Fog

Perubahan suasana hati, menjadi mudah marah, cemas, depresi. Kehilangan percaya diri dan brain fog atau tidak bisa berfikir jernih.

  1. Masalah tidur

Kesulitan tidur atau tidak nyenyak dan mudah terbangun. Berasa Lelah saat bangun tidur.

  1. Perubahan pada vagina

Menjadi kering, gatal dan mungkin juga sakit saat melalukan hbungan seksual.

  1. Masalah dengan memori

Kamu yang biasanya mudah mengingat segala sesuatu tiba-tiba menjadi pelupa.

Hal-hal diatas adalah tanda-tanda kita mulai mengalami perimenopause. Setiap perempuan akan memiliki pertanda yang berbeda, kemungkinan mengalami satu atau bahkan semuanya.

Cara Mengatasi Tanda Tanda Perimenopause

Tanda-tanda perimenopause membuat kita menjadi tidak nyaman dan mengganggu keseharian kita secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi dan menghadapi masa perimenopause.

  1. Aktif

Olah fisik membantu mengatasi hot flashes, suasana hati dan membantu kita tidur lebih baik

  1. Diet Sehat

Diet atau pengaturan pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang kaya dengan vitamin seperti vitamin E, B, magnesium, iron. Makanan kaya nutrisi seperti buah, sayur dan lebih banyak protein bisa membantu meregulasi hormone kita dan mengurangi inflamasi.

  1. Mengatur stress

Kondisi stress bisa memperburuk tanda-tanda perimenopause. Temukan kebiasaan, hobi, kesukaan, ritual yang bisa membuat kita relax, seperti hobi baru, yoga, meditasi, latihan nafas, kreasi seni, dll.

  1. Hormon terapi

Hormon terapi replacement (HRT) bisa membantu mengatasi hot flases, vagina yang mongering dan tanda lainnya. Tetapi tidak semua orang bisa mendapatkan atau cocok dengan HRT. Diskusikan dengan tenaga kesehatan/dokter untuk tahu apakah HRT cocok dan bisa diberikan.

  1. Support team

Berbicara dengan seseorang yang kita percaya dan membuat kita nyaman. Buat group khusus untuk perimenopause dimana kita bisa bicara dan saling tukar tanda dan car akita mengatasi. Bicara dengan patner/suami dan terbuka denga napa yang kita alamai dan inginkan sehingga patner/suami kita dapat membantu. Temukan perimenopause support/group/tenaga ahli/dokter yang bisa membantu mendengarkan dan memberikan dukungan.

Kita tidak boleh lupa bahwa perimenopause dan menopause adalah fase alamaiah. Sebuah proses yang akan kita alami dalam hidup. Perimenopause mungkin bukan fase glamorous dalam hidup tapi kita bisa membuatnya menjadi waktu untuk bertumbuh. Embracing the changes dan siapa tahu bisa menjadi fase yang memberikan perubahan baru yang menyenangkan dalam hidup kita. So, cheers to perimenopauseal journey.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *